Profil Kampung Waidim
Waidim adalah kampung pesisir di Pulau Salawati, salah satu dari enam kampung di Distrik Salawati Utara. Halaman ini mengumpulkan apa yang dapat kami pastikan tentangnya, beserta sumbernya.
Identitas administratif
| Nama | Kampung Waidim |
|---|---|
| Kode Kemendagri | 96.03.04.2006 |
| Kode pos | 98484 |
| Distrik | Distrik Salawati Utara (96.03.04) |
| Kabupaten | Kabupaten Raja Ampat |
| Provinsi | Papua Barat Daya |
| Pulau | Pulau Salawati |
| Zona waktu | WIT (UTC+9) |
| Kepala Kampung | Thimotius Parajal |
Letak Kampung Waidim
-1.048929, 130.883466
Titik perkiraan, bukan hasil pengukuran resmi.
Sumber sekunderBasis data geokode publik (berbasis GeoNames)Catatan: Titik perkiraan, bukan hasil pengukuran resmi.
Tempat
Kedudukan Waidim di antara kampung dan wilayah sekitarnya.
- Distrik Salawati Utara
Satu dari enam kampung
Distrik Salawati Utara terdiri atas enam kampung, yaitu Samate sebagai ibukota distrik, Jefman Barat, Jefman Timur, Wamega, Kapatlap, dan Waidim.
Sumber sekunderPortal Distrik Salawati Utara, halaman daftar kampungCatatan: Angka pada portal ini tidak bertanggal dan berbeda dari lembar resmi kampung.
- Kampung Waidim
Lahir dari pemekaran Samate
Waidim adalah kampung hasil pemekaran. Kampung induknya adalah Samate, yang kemudian dibagi menjadi beberapa kampung, di antaranya Waidim, Kapatlap, Jefman Barat, Jefman Timur, dan Wamega.
Sumber akademikSaputra, D. dkk. (2023), Prosiding SNPPM 2, Universitas Muhammadiyah Sorong, ISSN 3031-3422Catatan: Mengutip data Dukcapil Kemendagri per 30 Juni 2023.
- Distrik Salawati Utara
Di Pulau Salawati
Waidim berada di Pulau Salawati, salah satu dari empat pulau besar yang menamai Raja Ampat. Wilayah Distrik Salawati Utara seluas 38,52 kilometer persegi dan mencakup 59 pulau bernama.
ReferensiWikipedia, "Raja Ampat Regency"
- Distrik Salawati Utara
Penduduk distrik
Sensus Penduduk 2020 mencatat 2.597 jiwa di Distrik Salawati Utara, dengan perkiraan 3.010 jiwa pada pertengahan 2025.
ReferensiWikipedia, "Raja Ampat Regency"
Bahasa dan suku
- Distrik Salawati Utara
Bahasa Salawati
Bahasa Salawati, disebut juga Maden, adalah rangkaian dialek yang mencakup Tepin, Wail, Fiat atau Fiawat, Rajau, dan Butlih. Penuturnya diperkirakan sekitar 600 orang dan bahasa ini tergolong rentan hingga terancam punah. Dialek Tepin tercatat di Kampung Kapatlap. Sumber yang ada tidak menyebutkan dialek mana yang dituturkan di Waidim.
- Kampung Waidim
Marga yang tercatat
Marga yang muncul di antara aparat Kampung Waidim adalah Parajal, Klasin, Rembu, Aibah, Sanadi, Ngodiho, Mugu, Djaman Mona, Subay, dan Abidondifu. Dari sepuluh marga itu, Sanadi dan Abidondifu terdokumentasi sebagai fam Suku Biak. Delapan marga lainnya belum kami temukan dalam daftar fam Papua mana pun, dan asal-usulnya kami serahkan kepada penutur adat setempat, bukan kepada dugaan.
- Kabupaten Raja Ampat
Suku di Pulau Salawati
Suku Moi mendiami bagian timur Pulau Salawati, sementara Suku Tepin disebut sebagai penduduk asli pesisir utara pulau. Sejak sekitar abad kelima belas, orang Biak dari Teluk Cenderawasih juga bermigrasi dan menetap di kampung-kampung pesisir Raja Ampat.
Layanan
- Distrik Salawati Utara
Sekolah di kampung pemekaran
Menurut data Dukcapil Kemendagri per 30 Juni 2023, setiap kampung hasil pemekaran di Salawati Utara, termasuk Waidim, memiliki sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Sekolah menengah atas dan kejuruan hanya ada di Kampung Samate. Pernyataan ini berlaku bagi kelompok kampung tersebut; kami belum menemukan sumber yang menyebut nama sekolah di Waidim.
Sumber akademikSaputra, D. dkk. (2023), Prosiding SNPPM 2, Universitas Muhammadiyah Sorong, ISSN 3031-3422Catatan: Mengutip data Dukcapil Kemendagri per 30 Juni 2023.
Yang belum kami ketahui
Beberapa hal sengaja kami biarkan kosong, sebab kami tidak menemukan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Halaman ini akan diperbarui begitu datanya ada.
- Luas wilayah Kampung Waidim belum kami temukan dalam sumber mana pun.
- Rincian mata pencaharian, pendidikan, dan agama penduduk Waidim belum tersedia.
- Status Indeks Desa Membangun dan anggaran kampung belum dapat kami akses.
- Waktu tempuh resmi dari Sorong atau Waisai menuju Waidim belum ada sumbernya.
- Keberadaan puskesmas pembantu, dermaga, listrik, air bersih, dan sinyal telekomunikasi di Waidim belum terdokumentasi.